Membeli domain baru lalu tiba-tiba tidak bisa diakses pengunjung adalah mimpi buruk setiap pemilik bisnis online. Banyak domain bekas yang sudah masuk daftar blokir nawala — dan penjual tidak selalu jujur soal ini.
Kenapa Domain Baru Bisa Langsung Kena Blokir?
Domain yang Anda beli mungkin pernah digunakan oleh pemilik sebelumnya untuk konten yang melanggar aturan Komdigi. Meskipun konten sudah dihapus, riwayat blokir domain tetap tersimpan di database TrustPositif.
Cara Cek Domain Sebelum Beli
1. Cek TrustPositif Langsung
Sebelum transfer atau bayar domain, cek dulu di SafeDomain Bulk Check atau trustpositif.komdigi.go.id. Masukkan domain yang ingin dibeli dan pastikan statusnya AMAN di semua ISP.
2. Cek Riwayat Domain
Gunakan tools seperti Wayback Machine (web.archive.org) untuk melihat konten domain di masa lalu. Domain yang pernah dipakai untuk konten judi, porno, atau penipuan berisiko tinggi masuk daftar blokir.
3. Cek Reputasi IP
Jika domain menggunakan shared hosting, cek reputasi IP server. Satu IP yang diblokir ISP bisa berdampak ke semua domain di server yang sama.
🛡️ SafeDomain Bulk Check memungkinkan Anda cek hingga 25 domain kandidat sekaligus — cocok saat membandingkan beberapa pilihan domain sebelum membeli.
Checklist Sebelum Beli Domain
- ✅ Cek status di TrustPositif Komdigi — harus TIDAK ADA dalam daftar blokir
- ✅ Cek di Nawala DNS — pastikan tidak terblokir
- ✅ Cek riwayat konten via Wayback Machine
- ✅ Cek umur domain — domain lebih tua umumnya lebih aman
- ✅ Cek blacklist email — domain tidak masuk spam blacklist
Apa yang Harus Dilakukan Jika Domain Baru Sudah Terlanjur Diblokir?
- Ajukan normalisasi ke Komdigi segera
- Aktifkan Smart Rotator SafeDomain agar bisnis tetap berjalan via domain backup
- Pertimbangkan ganti domain jika proses normalisasi terlalu lama