Apa Itu DNS Nawala?
DNS Nawala adalah sistem pemblokiran berbasis DNS yang dioperasikan oleh Nawala Project — sebuah inisiatif dari komunitas ISP Indonesia untuk memblokir konten negatif. Berbeda dengan TrustPositif yang dikelola pemerintah, Nawala adalah sistem semi-independen yang digunakan oleh sebagian ISP.
Cara Kerja Blokir DNS
Ketika kamu mengetik domain di browser, komputer kamu bertanya ke server DNS: "IP address dari domain ini berapa?" Dalam kondisi normal, server DNS menjawab dengan IP server yang benar.
Saat domain diblokir via DNS:
- Browser request DNS untuk domain tertentu
- Server DNS ISP mengecek daftar blokir
- Jika domain ada di daftar → DNS memberikan jawaban palsu (IP halaman blokir ISP)
- Browser membuka halaman blokir, bukan website yang dimaksud
🔍 Ini disebut DNS Hijacking — query DNS dialihkan ke respons yang salah. Teknis sama persis dengan apa yang dilakukan ISP Indonesia untuk memblokir domain.
Dampak untuk Pemilik Website
Sebagai pemilik website, blokir DNS Nawala berarti:
- Semua pengguna ISP yang pakai DNS Nawala tidak bisa akses website kamu
- Traffic dari segmen pengguna tersebut hilang total
- Google Analytics bisa menunjukkan penurunan traffic mendadak
- Konversi dan penjualan turun tanpa sebab yang jelas
Cara Deteksi Blokir DNS Nawala
Cek menggunakan SafeDomain — sistem mengecek langsung melalui resolver DNS Nawala yang aktual, bukan simulasi. Hasilnya akurat dan real-time.
Alternatif cek manual via terminal:
nslookup namadomain.com 180.131.144.144
# 180.131.144.144 adalah DNS server Nawala
Jika hasilnya berbeda dengan IP server kamu yang sebenarnya, domain diblokir via DNS Nawala.
Solusi Domain Diblokir DNS Nawala
Jangka Pendek: Domain Cadangan
Siapkan domain cadangan dan alihkan traffic ke sana begitu blokir terkonfirmasi.
Jangka Panjang: Monitoring + Normalisasi
Pasang monitoring 24/7 di SafeDomain untuk deteksi dini, dan ajukan normalisasi ke Nawala Project atau Komdigi.