Kalau kamu pernah baca artikel lama di situs ini, mungkin kamu ingat SafeDomain dulu punya fitur bernama Smart Rotator — sistem yang otomatis mengalihkan traffic ke domain cadangan begitu domain utama terdeteksi diblokir. Fitur itu sudah kami hentikan secara permanen. Halaman ini menjelaskan kenapa, dan apa yang kami lakukan sebagai gantinya.
Apa yang Dulu Ditawarkan Smart Rotator
Konsepnya sederhana: kamu daftarkan domain utama dan satu atau beberapa domain cadangan. Begitu SafeDomain mendeteksi domain utama diblokir, sistem otomatis mengalihkan pengunjung ke domain cadangan — tanpa kamu perlu mengganti link secara manual di iklan, media sosial, atau materi promosi lain.
Buat sebagian bisnis, ini terdengar seperti solusi praktis: traffic tidak terputus, penjualan tetap jalan, sambil menunggu proses normalisasi ke Komdigi selesai.
Kenapa Kami Hentikan
Masalahnya bukan pada niat penggunanya — mayoritas pengguna SafeDomain memang bisnis sah yang cuma ingin tetap online. Masalahnya ada pada sifat infrastrukturnya sendiri.
Sistem yang otomatis mendeteksi blokir pemerintah lalu mengalihkan traffic ke domain lain, pada dasarnya adalah infrastruktur untuk melewati keputusan blokir itu sendiri — apapun alasannya. Infrastruktur seperti ini secara struktural berisiko disalahgunakan untuk mengelak dari penegakan hukum, terlepas dari niat awal penggunanya. Kami memang menerapkan screening manual nama domain sebelum approve pembayaran, tapi screening tidak menghilangkan risiko dasarnya: sebagai penyedia infrastruktur semacam itu, kami menghadapi risiko hukum yang nyata kalau ada pihak yang menyalahgunakannya.
Daripada terus menyeimbangkan antara "membantu bisnis legal" dan "berpotensi jadi alat evasion", kami memilih jalan yang lebih jelas: berhenti menyediakan rotator sama sekali.
SafeDomain Sekarang: Monitoring Murni
Setelah Smart Rotator dihentikan, fokus SafeDomain kembali ke satu hal saja: memberi tahu kamu secepat mungkin kalau domain kena blokir — jujur dan tanpa embel-embel infrastruktur redirect.
- Live DNS check ke resolver IndiHome — satu-satunya ISP yang dicek langsung real-time.
- Status TrustPositif Komdigi, dicek rutin dari mirror database resmi.
- Notifikasi Telegram instan begitu status berubah — biasanya dalam hitungan menit.
- Panduan mengajukan normalisasi resmi ke Komdigi kalau domain kamu memang salah masuk daftar.
Tidak ada tombol "alihkan traffic otomatis" di mana pun di dashboard. Kalau kamu butuh mengalihkan traffic, itu keputusan dan aksi yang sepenuhnya kamu lakukan sendiri.
Kalau Domain Saya Diblokir, Apa yang Bisa Saya Lakukan?
Langkah 1: Verifikasi Statusnya Dulu
Pastikan domain benar-benar diblokir sebelum bertindak. Cek gratis di SafeDomain — hasil TrustPositif Komdigi + live DNS IndiHome dalam hitungan detik.
Langkah 2: Ajukan Normalisasi ke Komdigi
Kalau domain masuk TrustPositif dan kontenmu tidak melanggar, ajukan normalisasi resmi. Ini jalur satu-satunya yang benar-benar menyelesaikan masalah, bukan cuma menyiasatinya. Panduan lengkap: Cara Normalisasi Domain Terblokir Komdigi.
Langkah 3: Siapkan Domain Cadangan (Manual)
Kalau bisnismu tidak bisa menunggu proses normalisasi selesai, siapkan domain cadangan dari awal — beli domainnya, siapkan konten dasarnya, dan simpan siap pakai. Begitu domain utama diblokir, kamu yang memutuskan kapan dan bagaimana mengalihkan traffic — lewat update DNS, ganti link iklan, atau update di media sosial. Prosesnya manual, tapi sepenuhnya kamu yang pegang kendali, bukan sistem otomatis pihak ketiga.
💡 Domain cadangan yang kamu siapkan dan kelola sendiri itu berbeda dari rotator otomatis — ini murni soal kepemilikan domainmu sendiri, bukan infrastruktur yang dirancang untuk melewati blokir pemerintah.
Baca juga: Apa Itu TrustPositif Komdigi? dan Fitur Monitoring Domain SafeDomain.